Senin, 16 September 2013

DIGITAL MIXER

Yaaa.... digital console atau mixer digital demikian orang menyebutnya... apa sih digital mixer dan apa pula bedanya dengan mixer analog.? banyak yang menanyakan soal diatas kepada saya.... Mixer Digital adalah mixer yang pengoperasiannya di lakukan secara digital yangpasti ada hardware dan software sebagaimana sebuah Mixer virtual dalam sebuah komputer.untuk anda yang sudah pernah mengutak atik recording di komputer pasti paham maksud saya.... dimana beberapa accessories tidak lagi membutuhkan perangkat keras atau hardware. apa sih keunggulannya di banding analog...?? saya rasa sangat banyak keungulan yang di miliki mixer digital diantaranya adanya tone yang full parametric, digital effect utk vocal dan instrument, compres dan gate masing2 channel, routing yang bisa dirubah-rubah, output yang sudah bisa di insert bebagai fx baik eq dan compress limiter dan tentu semuanya tanpa perlu membeli hardware lagi. sebagai contoh mixer digital murah Behringer x32 yang lagi booming.... hanya dengan harga kisaran 35jt sudah bisa di beli, kualitas suara..?? saya rasa masih cukup bagus dengan harga yg murah tidak ketinggalan dengan mixer sekelas yamaha M7CL yg harganya pasti diatas 100jt yah mungkin karena sekarang teknologi midas sudah terbeli oleh behringer dan di masukkan dalam x32, keunggulan lain.? bisa menggunakan snake digital via CAT5 atau kabel ethernet dalam bahasa komputer dimana hanya perlu membeli DS Box behringer yang masing2 bisa menghandle 16cahnnel. behringer bisa record 2 track L+R via USB jadi ndak perlu bawa player recorder lagi, x32 juga bisa di pergunakan untuk record multitrack 32channel secara simultan yang hampir sama dengan presonus live 24.4, untuk ketahanan.? x32 saya pikir masih bandel karena saya menggunakan mixer ini tanpa UPS maupun stavolt dan buktinya ndak pernah hang maupung ngadat d jalan. dengan x32 saya sdh mengurangi buanya perangkat analog semacam compress dan gate, cukup dengan mixer x32 dan Crossx langsung power sdh bagus, kadang saya tambah spx990 utk reverb di karenakan selara musik dangdut di jawa timur yang suka reveb wess wess wesss.... hahahaha... berikut screenshotnya...








ini hasil recordnya maaf kl kurang bagus.... bukan org dangdut soalnya. hahahaha....
LAGU CHECK SOUND AVITA

screen video


Kamis, 19 Agustus 2010

Sound System dan Ipod Touch


Sebelumnya saya meminta maaf kepada para teman2 yang mungkin merasa blog ini kurang lengkap dan bagus yah... Karwn memang waktunya yang agak mepet2 terus mau posting hehehe... Harap maklum... Semua tulisan ini saya tulis berdasarkan apa yang saya tahu mohon di benarkan jika memang ada yang salah ya?


Oke ipod touch apa sih ipod touch?
Sedikit cerita nih ipod yaitu perangkat gadget yang di buat oleh produsen komputer Apple sebagai perangkat pemutar musik mp3 dan sejenisnya, kl sekarang sdh ada mp3/mp4 player buatan pabrikan di luar apple.. Seiring dengan perkembangan ipod senakin menambah fasilitas yang ada pada gadget tersebut misal bisa memutar video dan memfungsikan ipod untuk beberapa Aplikasi yang jumlahnya ratusan ribu untuk beberapa keperluan, malah ipod bermutasi hingga menjadi telepon seluler atau hp yang ngetop di sebut dengan iphone kelebihannya iphone bisa di pakai untuk telepon dan yang keluaran terbaru sdh ada GPS, Kompas dll.(untuk yang gak pingin ksasar hehehe). Aplikasi ipod membanjir hingga ratusan ribu jumlahnya di karenakan ipod membuka pembuatan aplikasi Gadget ini dari luar tim kreatif apple, misal kalau anda bisa membuat anda bisa menjualnya di app storenya apple yang bisa di akses melalu itunes sebuah software dari aplle untuk konektifitas dan sych gadget2
buatan apple. Hubungan itouch (ipod touch) dengan sound system sangat banyak di karenakan sekarang banyak sekali aplikasi yang di buat untuk keperluan sound system engineering misalnya untuk sound analyzer, db calculation, phase checker, signal generator bahkan untuk peralatan effect guitar dan instrument? Masih belum percaya kl bisa untuk effect guitar dan instrument? Mari kita bahas lebih lanjut.....

Beberapa aplikasi untuk Sound System :
-RTA
-Pocket RTA
-iAnalyzer
-Sound Check
-Audiotool
-SPL
-Sub Shredder
-Decibel
-Sound meter

Beberapa aplikasi untuk Instrument :
-Drum meister
-vdrum
-guitar
-idrum
-pianist
-bassist
-pocker guitar
-tablas
-kendang

Beberapa aplikasi untuk guitar effect :
- Amplitube LE
- RiotFX
- Amps&Cabs

Beberapa aplikasi untuk recording :
- rectool08
- 4Track
- iprorecorder
- ultimate vr
- retro recorder
- Gigbaby

Dan masih buanyak lagi software software dengan kegunaan serupa dari pembuat2 yang berbeda beda yang tentu tidak bisa saya tulis di sini semua. Semua aplikasi diatas bsa anda download ke app store itunes, tentu beberapa software di atas di jual tapi ada juga yang versi lite atau bisa di download secara gratis tapi dengan minim fasilitas. Anda sudah punya itouch / iphone? silahkan langsung berexperiment kl untuk analyzer dengan itouch butuh microphone external yang bentuknya mirip paku kertas bisa di beli di store apple terdekat di kota anda..

Sabtu, 12 September 2009

ROUTING SYSTEM

Ini adalah hal yang sangat penting untuk menghindari over db pada peralatan2 anda, masing2 peralatan pasti mempunyai karakter yang berbeda baik besaran db output maupun input juga db value pada parameter masing2 pengaturan, semisal jika kita menggunakan peralatan BuiltUp aka ada koneksi XLR dan Phone atau Balance dan Unbalance, apa perbedaannya? biasanya di sekitar koneksi itu ada keterangan misalnya kalau kita menggunakan XLR outpunya +15db dan Phone unbal +10db jadi selisih 5db maka jelas besaran uotput besar yang +15db. akan sangat berpengaruh pada saat menggunakan diatas 0db.
Penggunaan Acesories seperti Eq, Compress, limiter aanalog kalu untuk master di usakan melewati insert kenapa karena kadang output dari master lebih besar dari acessories yang akan anda gunakan itu untuk menghindari over db ke input accesories yang bisa mengakibatkan distorsi pada keluaran sound system anda, kalau bisa untuk penggunaan compress/gate/limiter di usahakan per channel atau masing2 channel supaya ratio pengompresan suara tidak kentara, atau jika anda mempunyai compress yang cuma sedikit bisa lewat insert sub master, jika cuma satu dan itu untuk master diusahakan tidak terlalu banyak membatasi tresholdnya karena cara kerja compress adalah yang paling menonjol akan menjadi dominan dan menekan suara peralatan yang lain, lebih disarankan lagi anda menggunakan Multiband Compressor dimana anda bisa memilih hanya freq. tertentu yang akan anda compress, jadi tidak bepengaruh pada freq. yang tidak anda marking.
Penempatan Crossover kalau bisa berada di FOH supaya anda lebih mudah menemukan tuning seperti apa yang akan anda inginkan memang sedikit berkorban dengan banyak dan panjangnya kabel output ke power amplifier anda, kecuali jika anda menggunakan crossover digital atau LMS (Loudspeaker Management System) bisa anda taruh di dekat power amplifier itupun akan membutuhkan Cable Ethernet atau Cabe sejenis penghubung lain dan Komputer/Laptop untuk mengcustomnya, tapi harga pasti lebih mahal. hehehehe
Proses Phase Checker kalau bisa di sarankan posisi Transmitternya berada di FOH dan menancap pada salah satu channel mixer supaya anda melakukan pengechekan langsung dari titik mulai signal suara hingga ujung output suara jadi anda akan lebih mudah menemukan kesalahan pembalikan phase lebih mudah pada routing sebelum power amplifier atau sesudahnya? atau pada inputnya? atau mungkin pada DI Box nya phasenya terbalik? atau juga pada salah penyolderan cable inputnya? banyak kemungkinan2 lain yang bisa menjadikan Out Of Face, anda akan bisa melakukan itu semua dengan menggunkan alat Phase Checker yang standart biasanya ada failitas untuk internal Mic, External Mic dan Cable Chek.
Semua yang saya tulis di atas membutuhkan Experiment dari anda sendiri dan Kebiasaan silahkan mencoba-coba dan temukan The Best System untuk semua peralatan anda.

Senin, 07 September 2009

4 WAY SYSTEM

Sebenarnya untuk 4 way sytem sama aja dengan artikel sebelumnya cuma di tambah subwoofer aja setelah 3way cara settingnya juga sama cuman penetuan freq. yang masuk kategori sub disini tidak hanya di butuhkan tuning dari crossx aja tapi juga dari pemilihan speaker baik besaran diameter (inc), watt, juga yg menetukan suaranya yaitu cabinet box nya, biasanya kebanyakan rental menggunakan 18"(inc) untuk subwoofer, bisa pakai merk2 built up yang ada misal RCF, B&C, JBL, EighteenSound dll. banyak sekali yang bisa di pakai akan tetapi untuk membuat subwoofer bisa bagus tentu juga harus di dukung dengan power amplifier yang bagus juga kalau bisa gunakan merk2 eropa, usa atau thailand, usahakan untuk tidak memakai power buatan china karena selama ini kita coba suara subwooofernya cenderung aneh dan lebih banyak ke lownya ketika di paksakan ke freq. sub maka distorsi yang amat kenceng keluarnya, kalau untuk low, mid, high bolehlah pakai buatan china. kalau bisa gunakan LMS (Loudspeaker Managemen System) untuk dapat menemukan freq. yang anda inginkan.
Penggunaan Speaker 15" untuk subwoofer juga bagus terrutama untuk Punch nya.. tapi di freq.40Hz ke bawah biasanya aga berkurang bisa saja di buat bagus pada freq. itu tapi dengan solusi memperbanyak komposisi subnya artinya dengan dengan menambah subnya...terserah anda mau pilih mana...yang menurut anda bagus.... berani experiment akan membuat anda semakin tau karakter sound system anda dan akan tau solusi yang bagus untuk genre event anda dangdut, rock, pop atau gambus.... hehehehe

Senin, 09 Februari 2009

3 WAY SYSTEM

Sebagaimana yang telah saya tulis pada artikel sebelumnya adalah 2 way system, perbedaannya ada pada pemasangan speaker untuk middle yang di buat standalone atau sendiri dengan menambah satu power untuk mengerjakannya, biasanya pada frequency middle menggunakan speaker ukuran 12",10",8" bahkan " tergantung selera anda yang mana yang akan di aplikasikan, kalau menurut jangkauan frequency dan besaran spl pada speaker sebaiknya anda menggunakan 12" saja, tapi ingat anda harus tau speck maksimum speaker biasanya di sertakan buku saat pembelian speaker misalnya B&C 12" HPL76 yang mempunyai respon frequency : 50-2000Hz dan SPL: 98.5dB, sedangkan misalnya kita compare dengan 12" TBX100 yg mempunyai respon frequency : 45 - 1500 Hz SPL 95 dB, tentu speaker yang mempunyai frequency lebih tinggi akan mengeluarkan suara mid-hi lebih banyak, karena memang pada dasarnya seri TBX100 lebih digunakan pada subwoofer. kembali pada bahasan awal, silahkan tune up crossover anda pada bagian mid sampai batas maximum dan frequency yang bagus menurut selera anda, kalau anda menggunakan crossover analog anda akan terbentur dengan freq. High karena biasanya manjadi satu dengan Mid, kalau seperti itu masalahnya anda tinggal memaksimalkan kira-kira antara mid dan high sama-sama dapat artinya maximal, tapi untuk pengoperasian keseluruhan biasanya anda akan memotong db dari mid dan high. tinggal penyelaasan aja kok. setelah itu coba anda ulang seperti artikel sebelumnya.

Minggu, 21 September 2008

system 2 way

system two way (dua jalan) system ini juga sangat praktis dan masih sering digunakan oleh beberapa sound system professional, system ini minimum menggunakan dua input dan output pada power amplifier untuk masing-masing titik, misal channel a untuk Low dan shannel b untuk hi, apa mungkin menggunakan 1 buah 15" dan satu buah 2"?? tidak mungkin karena anda akan kehilangan suara Middle yang justru lebih dominan baik ubtuk music ataupun berbicara, biasanya anda bisa menggunakan komposisi 2X18", 2X15" dan 1X2", atau 2X15", 2X12" dan 1X2", dari komposisi itu biasanya 2X18 di fungsikan sebagai SUB san LOW dan 2X15"+1X2"untuk Slope Low-mid dan high, jika anda menggunakan 1 buah Power amplifier stereo anda tetap membutuhkan crossover aktif dan pasif, crossover pasif di pasang di box speaker 2X15"+2" untuk membagi suara Low-mid-hi, sedangkan 2X18" tanpa crossover pasif, sesuai dengan contoh routing di atas jangan lupa men setting switch pemakaian crossx aktif ke 2way, kemudian channel A anda colokkan ke output crossover aktif yang bertuliskan LOW dan channel B ke Hi, setelah semua terkoneksi dengan baik anda tinggal menga adjust crossover aktis anda mulai dari Hi temukan frequency sesuai dengan kemampuan Driver 2" dan 2X15" anda sampai keluaran maximum dan jangan lupa satu box ini juga harus bisa menyentuh suara Low, kalau sudah ketemu silahkan di mute, setelah itu ganti adjust untuk Sub Lownya yang 2X18" sama seperti di atas bedanya temukan freq. terendah antara 35-45Hz harus ada, jangan lupa slope ke freq. lownya, setelah itu buka semua dan coba dengarkan.. Perlu di perhatikan juga untuk polaritas speaker harus sama tidak boleh ada yang terbalik satu buah pun.. atau anda akan mengalami masalah, biasa di sebut dengan out of face, low atau subnya tidak keluar. anda bisa mendeteksi polaritas itu dengan menggunkan Phase Checker misalnya nyalanya hijau untuk sub maka yang untuk low-mid-hi semua harus hijau.. terus ber experiment untuk menemukan titik maximal dari peralatan anda.. Selalu di ingat Overload akan merusak semua peralatan.

Selasa, 16 September 2008

PRAKTIS SYSTEM

cara praktis untuk membuat sound system ada beberapa poin : 1.pilih system yang akan anda pakai ada fullrange, 2way, 3way, 4way. masing2 system mempunyai kelabihan dan kelemahan. Akan saya jelaskan dulu beberapa poin diatas:

Fullrange : dimana sebuah system yang hanya menggunakan satu output pengaturan semisal speaker berukuran 12" sebagai mid-high dan 15" sebagai Low cara ini sangat praktis tapi ada bagian vital yang perlu di perhatikan adalah desain box yang bisa memaximalkan keluaran bunyi speaker tidak di luar range frequency yang tidak di inginkan jadi bagaimana caranya speaker 12" bisa benar2 berbunyi mid-hi tiak bercampur dengan low begitu juga dengan spkr 15" supaya benar2 berbunyi low tidak keluar suara high freq. cara jitunya bisa menggunakan crossover pasive yang dapat membatasi freq. output untuk masing2 speaker... bisa di mngerti? Hi freq. atau di sebut juga dengan Treble, Mid di sebut juga dengan Middle, Low di sebut juga dengan Bass... jadi anda cukup menggunakan satu power untuk mendapatkan suara yang lumayan.. juga perlu di perhatikan adalah Nilai Ohm pada speaker jangan melampaui Maximum impedansi dari power yang anda gunakan atau akan terjadi keruasakan pada power anda misal maximum impedansi power 2Ohm berarti anda bisa menggabungkan speaker secara pararell yang masing2 berukuran 8Ohm sebanyak 4 buah jika lebih maka yang terjadi overload pada power.